Senin, 05 Desember 2016

Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam

DEMA FISHUM Prakarsai Pembentukan Satgas Anti Narkoba di UIN Sunan Kalijaga



“Generasi Muda merupakan generasi yang menjadi tulang punggung bagi kemajuan bangsa. Apalagi, pemuda dari kalangan mahasiswa. Selain menjadi pemuda, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial sebagai kaum intelektual. Bahkan seringkali kaum Intelektual atau akrab di sapa dengan sebutan Civitas Akademika di harapkan membawa perubahan (Agent of change) serta menjadi pelopor dalam melindungi masyarakat dari ketidakadilan (Agent of social control).” Hal ini disampaikan oleh Hendri selaku ketua Dema Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) sekaligus Ketua Satgas Anti Narkoba pada audiensi dengan Wakil Rektor III, , Dr. Waryono. M.Ag. terkait rencana pembentukan satgas Anti Narkoba di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (01/12) bertempat di Ruang Pimpinan Gedung Rektorat lantai 2.
Hendris selaku ketua DEMA menyatakan bahwa tujuan audiensi kali ini ialah sebagai tindak lanjut dari beberapa kegiatan DEMA beberapa waktu lalu dengan BNNP DIY, baik seminar maupun pelatihan. “Ini sebagai tindak lanjut dari audiensi dengan pihak supervisi BNNP DIY dengan Denakat FISHUM 10 November kemarin yang bersamaan dengan seminar Anti Narkoba yang kami adakan di Interactive Center FISHUM. Kita menginginkan Satgas Anti Narkoba yang akan kami bentuk nanti,itu legal dan di sahkan langsung oleh pihak Universitas,” Jelas Hendri.
Menurut Hendri, Satgas Anti Narkoba yang akan dibentuk nantinya memiliki fungsi P4GN yaitu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba. Ia juga menyatakan bahwa adanya rencana pembentukan satgas bukan berarti menginginkan nantinya mahasiswa UIN ada yang menggunakan Narkoba. Namun, lebih kepada sterilisasi kampus dari penggunaan dan penyebaran Narkoba.
Hal ini di sambut dengan baik oleh Dr. Waryono, M.Ag. Menurutnya, secepatnya ia akan membicarakan hal ini dengan semua Wakil Dekan III yang ada di UIN. Terutama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Dakwah juga pernah menjalin kerja sama dengan pihak BNNP.
“Kedepannya satgas yang telah dibentuk bisa berfungsi sebagai penjaringan awal tes masuk mahasiswa baru melalui tes Urine. Sehingga, calon Mahasiswa UIN nantinya bisa dipastikan bebas dari Narkoba sebelum dinyatakan resmi menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga” Pungkas Waryono. (tri/ Doni TW-Humas)

sumber : http://uin-suka.ac.id/id/web/berita/detail/1347/dema-fishum-prakarsai-pembentukan-satgas-anti-narkoba-di-uin-suna

Jumat, 25 November 2016

UIN sunan kalijaga, disinilah kami belajar.

                                                             (photos by salahuddin)
siapa diantara kalian yang tak mengenal kampus ini ? kampus yang dikenal sebagai kampus rakyat dimana para aktivis dilahirkan dari kampus yang begitu megah dengan ciri pluralitasnya. Dari berbagai suku hadir dan berkumpul untuk menempuh pendidikan disini. disisi timur kampus UIN sunan kalijaga berdiri sebuah masjid megah. didepan masjid tersebut terpampang tulisan "LABORATORIUM AGAMA MASJID SUNAN KALIJAGA".
tahukah anda mengapa masjid ini diawali dengan kata laboratorium agama, padahal ini merupakan sebuah masjid ?
saya pun tidak paham mengenai hal ini karea saya juga adalah mahasiswa baru dikampus ini . namun bisa saya pastikan bahwa layaknya sebuah laboraturiom, masjid ini dapat digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan pengamatan, belajar, t\ataupun aktivitas lainnya. hal ini sesuai karena dalam masjid ini juga lengkap dengan berbagai fasilitas belajar bagi mahasiswa.
disinilah tempat mahasiswa berkumpul dan belajar sehari-hari. sungguh luar biasa bukan ? selain mendapat ilmu, mahasiswa juga mendapat pahala karena ikut memakmurkan masjid, serta berkumpul dalam berdiskusi seperti dalam sebuah riwayat hadits...



Kamis, 20 Oktober 2016


SEJARAH SINGKAT BAHASA INDONESIA
INDIKATOR
1.      Sejarah singkat munculnya bahasa Indonesia.
2.      Periode-periode bersejarah dalam perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.
3.      Faktor pendukung bahasa Melayu menjadi bahasa pemersatu.

Sejarah Singkat Munculnya Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia yang digunakan sekarang ini pada dasarnya tidak berdiri dengan sendirinya. Dari berbagai literator sejarah banyak menyebutkan bahwa bahasa Melayu adalah cikal bakal adanya bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. Memang jika diperhatikan dengan saksama, bahasa yang di pergunakan saat ini sudah tidak sama dengan bahasa Melayu yang dipakai dahulu. Hal ini disebabkan karena perkembangan IPTEK yang terus maju mendukung adanya perubahan terhadap bahasa. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan mendapat pengaruh besar dari berbagai bahasa daerah dan bahasa asing.
Bahasa Indonesia kemudian diresmikan menjadi bahasa nasional pada tanggal 28 oktober 1928 bertepatan saat pengikraran Sumpah Pemuda.
Pada awalnya bahasa Melayu menyebar ke seluruh pelosok nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam[1]. Seperti yang diketahui bahwa penyebaran agama Islam di Indonesia hadir pertama kali di Riau tempat bahasa Melayu digunakan. Beberapa suku di Indonesia seperti suku Jawa, suku Sunda, suku Bali, dan suku Batak dengan mudah menerima bahasa Melayu sebagai bahasa perhubungan, seperti hubungan perdagangan, serta bahasa penghubung antarkerajaan. Selain itu, penyebaran bahasa Melayu didukung dengan rasa persatuan dan rasa persaudaraan yang tinggi oleh bangsa Indonesia saat itu. Oleh karena itu, para pemuda yang tergabung dalam berbagai pergerakan kepemudaan secara sadar mengangkat bahasa melayu sebagai bahasa pemersatu yang di kenal sekarang yaitu bahasa Indonesia.
Sekalipun demikian, tidak dapat dimungkiri bahwasanya bahasa Indonesia bukan bahasa ibu bagi rakyatnya. Kerap kali para penutur bahasa Indonesia meggunaan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampuradukkan dengan dialek daerahnya masing-masing.
Periode-Periode Bersejarah dalam Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa pada dasarnya bahasa Indonesia itu mendapat pengaruh besar dari bahasa asing dan bahasa daerah.[2] Berikut penjelasannya.
1.      Pengaruh bahasa daerah
Banyak kata dari bahasa daerah masuk ke dalam bahasa Indonesia, menjadikan bahasa Indonesia kaya akan perbendaharaan kata-katanya. Sebagai contoh kata cemooh, buhul,  bobot, kumandang, dan lainnya.

2.      Pengaruh bahasa asing
Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia sangat besar sekali. Pengaruhnya pun tidak hanya terbatas pada penggunaan kata-kata, tetapi juga meliputi struktur morfologi dan sintaksisnya.
Dari dahulu, pengaruh bahasa asing telah masuk kedalam bahasa Melayu berupa pengambilan kata-kata. Bersamaan dengan masuknya ajaran agama Islam di Indonesia, bahasa Arab ikut mengambil peran dalam memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia. Namun demikian, pengaruh paling besar juga berasal dari bahasa Belanda. Pengaruh itu tidak hanya menyangkut penggunaan kata-kata, tetapi juga meliputi pembentukan kata dan struktur kalimat. Hal ini terjadi karena pada masa penjajahan, Belanda mendirikan sekolah-sekolah yang bercorak kebelandaan meskipun sekolah itu hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas pada saat itu.
Di samping itu, saat ini rupanya bahasa Inggris juga ikut menyumbangkan kosakatanya yang kemudian distandardisasi menjadi bahasa baku dalam bahasa Indonesia.
           
            Dalam perkembangannya, tentu saja bahasa Indonesia yang  digunakan saat ini juga melewati berbagai periode-periode penting dalam proses pembentukannya[3]. Di antara periode-periode tersebut adalah sebagai berikut.
a)     Periode pertama
Pada periode ini bahasa Melayu tertua diselidiki sebagai peniggalan masa lampau yaitu berupa empat buah batu bersurat peninggalan kerajaan Sriwijaya. Keempatnya ditemukan di Palembang, Jambi, dan Bangka, berisi piagam yang bertuliskan huruf-huruf Sriwijaya yang diturunkan dari huruf Hindu.
b)     Periode kedua
Periode ini dipengaruhi oleh kerjaan Malaka pada abad ke-15, yaitu ketika Malaka menjadi pusat perdagangan, bahasa dan kesusastraan Melayu berkembang. Perkembangannya sangat dipengaruhi oleh agama Islam yang dibawa oleh saudagar-saudagar dari Persia, Gujarat, dan Pasai, lalu diteruskan oleh orang Malaka ke mana-mana ke sebelah timur. Untuk pengembangan agama Islam ini, bahasa Melayu yang dipakai sebagai bahasa pengantar.
c)     Periode ketiga
Masa dibangunnya kembali kesustraan melayu di Johor, sebagai pengganti musnanya kesusastraan Melayu yang musna akibat ditaklukannya Malaka oleh Portugis pada saat periode kedua tahun 1511. Yang terpenting dari periode ini adalah tulisan karya Tun Muhammad Sri Lanang yang bergelar Bendahara Paduka Raja. Buku itu berjudul Sejarah Melayu yang diperkirakan selesai pada tahun 1616, yang kemudian disebut sebagai kesusastraan Melayu. Buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu Johor.
d)    Periode keempat
Permulaan abad ke-19 pada masa pujangga Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi. Ia berhasil menulis buku berjudul Hikayat Abdullah dan Syair Perihal Singapura Dimakan Api. Buku itu ditulis karena atas dasar tidak adanya perhatian terhadap bahasa dan kesusastraan pada saat itu. Melalui karya tulisnya menambah perbendaharaan kesusastraan Melayu.
e)     Periode kelima
Periode ini boleh dikatakan sebagai masa perkembangan bahasa Melayu menuju ke bahasa Indonesia. Banyak faktor yang telah membantu mendorong pesatnya perkembangan bahasa Indonesia. Yang terutama dari sekian faktor itu adalah faktor politik.


Faktor Pendukung Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Pemersatu
Slamet Mulyana mengemukakan empat faktor yang menjadi penyebab bahasa Melayu lebih mudah diterima di seluruh Nusantara[4], sebagaimana berikut.
1.      Sejarah penyebaran agama Islam sangat membantu dalam penyebaran bahasa Melayu. Malaka pada masa jayanya menjadi pusat perdagangan dan pusat penyebaran agama Islam.
2.      Bahasa Melayu mempunyai sistem yang sederhana, jika ditinjau dari segi fonologi, morfologi,  dan sintaksis.
3.      Faktor psikologi, karena atas dasar kesadaran akan manfaat segera ditetapkannya bahasa nasional untuk seluruh bumi nusantara.
4.      Kesanggupan bahasa Melayu untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan yang sangat luas maknanya.


     [1] (http://karinarisaf.blogspot.co.id/2012/10/perkembangan-bahasa-indonesia.html) tentang perkebangan bahasa indonesia
     [2]Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia: pengaruh bahasa daerah dan bahasa asing. (Bandung, Pustaka Prima, 1985) h. 13
  [3] Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia:Periode-Periode Bersejarah Dalam Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia . (Bandung, Pustaka Prima, 1985) h. 17

     [4] Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia:Beberapah Faktor yang Memungkinkan Diangkatnya    Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Kesatuan. (Bandung, Pustaka Prima, 1985) h. 15

HAL-HAL UNIK SEPUTAR MANGGARAI, NTT

WHAT'S UP  my brotha'.  so, kali ini gua mau share nih kira-kira apa aja sih yang menjadi manggarai itu unik. gua sebagai masyarakat disana exactly very proud dengan tanah kelahiran gua ini. karena surga alam paling indah can i say " the best on this world". udah yah, gua ga mau ngomong panjang kali lebar, cekidos gaesssss.....

1. kebudayaan manggarai

so many people out there, ga tau sebenernya manggarai itu wonderful place. mulai dari tariannya sampai dengan rumah adatnya keren abis.
                                                            RUMAH ADAT(mbaru gendang)
                  
                                                           TARIAN DAERAH (caci)


2. pluralisme di manggarai
     yuhuu, ini nih yang mantap. sekalipun manggarai adalah mayoritas beragama kristen, tapi di bagian pesisir pantai bisa lu jumpain banyak mayoritas islam. kalo ke manggarai jangan sungkan-sungkan yah, karena disana damai banget pake bingits...wuahahaha. orangnya juga cakep cakep. eh jangan salah loh, hair style cowok yang ngeces abis jadi tren di manggarai.
yang cowok cakep ga sih ???????? wuahahahahah

oke guys segitu aja dulu yah.. ga usah banyak banyak ntar yang ada malah bosen...hiaaaa. tadi sih mau share soal wisata alamnya, tapi udah meanstrem.hahaha

EAST NUSA TENGGARA FOLKTALE



LOKE NGGERANG


ORIENTATION       Once upon a time, there was a beautiful girl named Nggerang. Nggerang lived in a little village called Ndoso Village, Manggarai, East Nusa Tenggara. Nggerang had a beautiful smile. Her skin was smooth and reddish as a princess from heaven. She had beautiful eyes and nose. Her hair was long, black, and straight. People in that village said that she was strange because of her father. Her father was ancestral spirit, while her mother was a human. In Manggarai ghost called “darat” or “kakartana”.
COMPLICATION   Many people wanted to marry her, but she did not know what love was, even she dared to refuse the king proposal. Many king of Manggarai wanted to marry her, among them are the great  Todo King, till Reok king and Cibal King. But none of them achieved by Nggerang. Even Bima king (was a king of NTB province) wanted to marry her. But again and again, she refused the Bima King’s proposal.
After knew his proposal was rejected, the Bima King was angry and vengeful because he felt embarrassed. Finally, he sent of magic to Ndoso Village with the aim to mollify and eliminated the magic power of Nggerang body. Immediately, a black sky (in Manggarai language”awang”) covered the whole of Ndoso Village, brought the entire of netizen so that they could not went outside to made regularly activity.
However, it can not chance Nggerang mind. At last, the Bima King was angry. So, she asked Nggerang’s father to killed her daughter, and made her skin to become drum. As a signed that her skin had been made into a drum, he should beated the drum so that its sound could be heard up to the Bima Village.
As a father, Nggerang father certainly could not obey the Bima King wishes. So many ways he had been tried to made a drum imitation. Nevertheless, noun of the drums he had created can not produced sounds like Bima King’s word.
RESOLUTION         Finally, one day Nggerang father invited his daughter to seek lice, and Nggerang  agree with her father said without unsuspecting of her father. Her father deprived and hided a few strands of her hair to create a drum. But, his attempted not successful. So, her father tried for another ways. He poked the golden skin of his daughter back. Supposedly, the golden skin can shine every night and can be seen by Bima King. That is why Bima King ready to bleed came into the Ndoso Village to marry the girl.
RE-ORIENTATION                        After her father picked out some of her golden skin, promptly his daughter dead. Then, the golden skin made into two drums, one for the Bima King, and another gift to Todo Village. The drum strucked, so that the sounds can produced like Bima King’s word.
Finally, one of the drums had sent to Bima, and another was saving on the Todo costum home (mbaru     gendang).

WHAT IS NARRATIVE ?



NARRATIVE
What Is Narrative ?
Narrative is report of related events presented to the listeners or readers in words arranged in a logical sequence. A story is taken as a synonym of narrative. A narrative is the story (fiction or non-fiction) told and the order in which it is told.   A narrative reading is read by a readers who may be a direct part of that experience or shares others experience. Narrative can be realised into reading or writing text.
How to write a narrative text ?
To write a narrative essay, you’ll need to tell a story that you have ever heard the she stories before. It can help you to write a story easily. And the most important is you must known about the narrative text is it. It start from the purpose, the structure, the language feature, and the grammar using to erite the narrative text.
One of narrative structure is Orientation. Orientation tell about who, where, and when the story happened. And introduce the participants of the story.
There are many specific traits every piece of narrative shoul have. All stores must have characters, also known as the people or subjects of the story. Usually there are also specific types of caracters needed in order to creat a developed a story. For example, each story will often have a protagonist, which is the hero or heroine.
This is the centra character of the story. Often, there is also an antagonist, which is a character who opposes the protagonist. Overall, each story needs characters to push forward or react to the events in the plot.
Every story must have a plot, or events that occur. Every story needs a plot or events that give the characters something to react to. Usually, the plot consists of five components : the exposition, rising action, climax, falling action, and resolution.
The setting is another component of narrative writing. The settin