Kamis, 20 Oktober 2016


SEJARAH SINGKAT BAHASA INDONESIA
INDIKATOR
1.      Sejarah singkat munculnya bahasa Indonesia.
2.      Periode-periode bersejarah dalam perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.
3.      Faktor pendukung bahasa Melayu menjadi bahasa pemersatu.

Sejarah Singkat Munculnya Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia yang digunakan sekarang ini pada dasarnya tidak berdiri dengan sendirinya. Dari berbagai literator sejarah banyak menyebutkan bahwa bahasa Melayu adalah cikal bakal adanya bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. Memang jika diperhatikan dengan saksama, bahasa yang di pergunakan saat ini sudah tidak sama dengan bahasa Melayu yang dipakai dahulu. Hal ini disebabkan karena perkembangan IPTEK yang terus maju mendukung adanya perubahan terhadap bahasa. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan mendapat pengaruh besar dari berbagai bahasa daerah dan bahasa asing.
Bahasa Indonesia kemudian diresmikan menjadi bahasa nasional pada tanggal 28 oktober 1928 bertepatan saat pengikraran Sumpah Pemuda.
Pada awalnya bahasa Melayu menyebar ke seluruh pelosok nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam[1]. Seperti yang diketahui bahwa penyebaran agama Islam di Indonesia hadir pertama kali di Riau tempat bahasa Melayu digunakan. Beberapa suku di Indonesia seperti suku Jawa, suku Sunda, suku Bali, dan suku Batak dengan mudah menerima bahasa Melayu sebagai bahasa perhubungan, seperti hubungan perdagangan, serta bahasa penghubung antarkerajaan. Selain itu, penyebaran bahasa Melayu didukung dengan rasa persatuan dan rasa persaudaraan yang tinggi oleh bangsa Indonesia saat itu. Oleh karena itu, para pemuda yang tergabung dalam berbagai pergerakan kepemudaan secara sadar mengangkat bahasa melayu sebagai bahasa pemersatu yang di kenal sekarang yaitu bahasa Indonesia.
Sekalipun demikian, tidak dapat dimungkiri bahwasanya bahasa Indonesia bukan bahasa ibu bagi rakyatnya. Kerap kali para penutur bahasa Indonesia meggunaan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampuradukkan dengan dialek daerahnya masing-masing.
Periode-Periode Bersejarah dalam Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa pada dasarnya bahasa Indonesia itu mendapat pengaruh besar dari bahasa asing dan bahasa daerah.[2] Berikut penjelasannya.
1.      Pengaruh bahasa daerah
Banyak kata dari bahasa daerah masuk ke dalam bahasa Indonesia, menjadikan bahasa Indonesia kaya akan perbendaharaan kata-katanya. Sebagai contoh kata cemooh, buhul,  bobot, kumandang, dan lainnya.

2.      Pengaruh bahasa asing
Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia sangat besar sekali. Pengaruhnya pun tidak hanya terbatas pada penggunaan kata-kata, tetapi juga meliputi struktur morfologi dan sintaksisnya.
Dari dahulu, pengaruh bahasa asing telah masuk kedalam bahasa Melayu berupa pengambilan kata-kata. Bersamaan dengan masuknya ajaran agama Islam di Indonesia, bahasa Arab ikut mengambil peran dalam memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia. Namun demikian, pengaruh paling besar juga berasal dari bahasa Belanda. Pengaruh itu tidak hanya menyangkut penggunaan kata-kata, tetapi juga meliputi pembentukan kata dan struktur kalimat. Hal ini terjadi karena pada masa penjajahan, Belanda mendirikan sekolah-sekolah yang bercorak kebelandaan meskipun sekolah itu hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas pada saat itu.
Di samping itu, saat ini rupanya bahasa Inggris juga ikut menyumbangkan kosakatanya yang kemudian distandardisasi menjadi bahasa baku dalam bahasa Indonesia.
           
            Dalam perkembangannya, tentu saja bahasa Indonesia yang  digunakan saat ini juga melewati berbagai periode-periode penting dalam proses pembentukannya[3]. Di antara periode-periode tersebut adalah sebagai berikut.
a)     Periode pertama
Pada periode ini bahasa Melayu tertua diselidiki sebagai peniggalan masa lampau yaitu berupa empat buah batu bersurat peninggalan kerajaan Sriwijaya. Keempatnya ditemukan di Palembang, Jambi, dan Bangka, berisi piagam yang bertuliskan huruf-huruf Sriwijaya yang diturunkan dari huruf Hindu.
b)     Periode kedua
Periode ini dipengaruhi oleh kerjaan Malaka pada abad ke-15, yaitu ketika Malaka menjadi pusat perdagangan, bahasa dan kesusastraan Melayu berkembang. Perkembangannya sangat dipengaruhi oleh agama Islam yang dibawa oleh saudagar-saudagar dari Persia, Gujarat, dan Pasai, lalu diteruskan oleh orang Malaka ke mana-mana ke sebelah timur. Untuk pengembangan agama Islam ini, bahasa Melayu yang dipakai sebagai bahasa pengantar.
c)     Periode ketiga
Masa dibangunnya kembali kesustraan melayu di Johor, sebagai pengganti musnanya kesusastraan Melayu yang musna akibat ditaklukannya Malaka oleh Portugis pada saat periode kedua tahun 1511. Yang terpenting dari periode ini adalah tulisan karya Tun Muhammad Sri Lanang yang bergelar Bendahara Paduka Raja. Buku itu berjudul Sejarah Melayu yang diperkirakan selesai pada tahun 1616, yang kemudian disebut sebagai kesusastraan Melayu. Buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu Johor.
d)    Periode keempat
Permulaan abad ke-19 pada masa pujangga Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi. Ia berhasil menulis buku berjudul Hikayat Abdullah dan Syair Perihal Singapura Dimakan Api. Buku itu ditulis karena atas dasar tidak adanya perhatian terhadap bahasa dan kesusastraan pada saat itu. Melalui karya tulisnya menambah perbendaharaan kesusastraan Melayu.
e)     Periode kelima
Periode ini boleh dikatakan sebagai masa perkembangan bahasa Melayu menuju ke bahasa Indonesia. Banyak faktor yang telah membantu mendorong pesatnya perkembangan bahasa Indonesia. Yang terutama dari sekian faktor itu adalah faktor politik.


Faktor Pendukung Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Pemersatu
Slamet Mulyana mengemukakan empat faktor yang menjadi penyebab bahasa Melayu lebih mudah diterima di seluruh Nusantara[4], sebagaimana berikut.
1.      Sejarah penyebaran agama Islam sangat membantu dalam penyebaran bahasa Melayu. Malaka pada masa jayanya menjadi pusat perdagangan dan pusat penyebaran agama Islam.
2.      Bahasa Melayu mempunyai sistem yang sederhana, jika ditinjau dari segi fonologi, morfologi,  dan sintaksis.
3.      Faktor psikologi, karena atas dasar kesadaran akan manfaat segera ditetapkannya bahasa nasional untuk seluruh bumi nusantara.
4.      Kesanggupan bahasa Melayu untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan yang sangat luas maknanya.


     [1] (http://karinarisaf.blogspot.co.id/2012/10/perkembangan-bahasa-indonesia.html) tentang perkebangan bahasa indonesia
     [2]Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia: pengaruh bahasa daerah dan bahasa asing. (Bandung, Pustaka Prima, 1985) h. 13
  [3] Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia:Periode-Periode Bersejarah Dalam Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia . (Bandung, Pustaka Prima, 1985) h. 17

     [4] Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia:Beberapah Faktor yang Memungkinkan Diangkatnya    Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Kesatuan. (Bandung, Pustaka Prima, 1985) h. 15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar